BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Masalah
Kodrati
manusia yang selalu mempunyai rasa ingin tahu telah membawa pada penalaran
untuk berfikir sebagai upaya mencapai kesempurnaan hidupnya, kesempurnaan
inilah yang memacu potensi – potensi yang dimilikinya untuk dikembangkan dan memotivasinya
untuk belajar. Dalam pandangan filsafat pendidikan manusia adalah makhluk yang
dapat dan harus dididik, Langeveld merinci hal ini dalam tiga hakekat
kemanusiaan, yakni makhluk yang dapat dididik (educable animal), makhluk yang harus dididik (animal educandum) dan makhluk yang disamping dapat dan harus
dididik juga dapat mendidik (animal
education) (Pesatren Masa Depan : 182), jelaslah serangakaian proses
pendidikan merupakan usaha untuk membimbing dan mengarahkan potensi yang
dimiliki untuk mencapai kesempurnaan hidup.
Di samping
itu pendidikan merupakan sarana yang utama didalam meningkatkan mutu kebudayaan
dan peradaban dan juga sebagai upaya strategis dalam mendidik dengan
mengedepankan nilai – nilai humanis, terlebih
pendidikan agama Islam yang didasarkan pada nilai – nilai kemanusian didalam
menyeimbangkan antara kebutuhan Jasmani dan Rohani, tentunya butuh ketelitian,
keuletan dan observasi yang mendalam untuk mengeksplorasi sistem metode
Pembelajaran Pendidikan Islam yang relevan dimasa sekarang ini.
Metode
Pembelajaran merupakan suatu hal yang sangat utama untuk menentukan tingkat
keberhasilan dalam mentransfer ilmu pengetahuan terhadap anak didik kita,
terlebih hari ini yang kita lihat dilapangan sebagian besar teknik pengajaran
pada lembaga – lembaga pendidikan condong monoton dan membosankan sehingga
menurunkan kemauan belajar siswa yang berdampak pada prestasi belajar siswa.
Faktor
utama keberhasilan transfer ilmu terhadap anak didik terletak pada kemampuan
tenaga pengajar didalam menerapkan metode pembelajaran yang efektif, variatif dan
inovatif yang tidak sekedar beorietasi pada kemapuan konitif, afektif dan
psiko-motorik akan tetapi lebih pada pembelajaran Pendidikan Humanisme yang
menyeluruh (Holistic Education).
B. Rumusan masalah
Bertolak
dari latar belakang diatas penulis merumuskan permasalahan sebagai berikut:
1. Perkembangan Metode
Pembelajaran Pendidikan Islam
2. Penerapan Metode
Pembelajaran Pendidikan Islam
3. Kompleksitas Penerapan
Metode Pembelajaran Pendidik Islam
C. Hipotesa
Kegiatan
pembelajaran yang diterapkan pada era hari ini begitu beragam dan seakan tidak
ada keterkaitan dengan era sebelumnya, padahal ketika kita coba membaca ulang masa awal metode pembelajaran yang diterapkan Nabi
Muhammad SAW, metode pembelajaran hari ini merupakan pengembangan dari metode
pembelajaran yang memang sudah diterapkan oleh nabi, hanya saja hari ini metode
pembelajaran Nabi Muhammad tersebut telah mengalami perkembangan menjadi
beragam – ragam menjadi disiplin – disiplin ilmu sendiri, artinya relavansi Metode
Pembelajaran Pendidikan Islam Komtemporer dengan Metode Pembelajaran Pendidikan
Islam Era Hari ini sanga erat keterkaitannya,
D. Tujuan
Tujuan yang
ingin dicapai dalam penulisan Karya Tulis Ilmiah ini untuk mengetahui metode
Pembelajaran Pendidikan Islam kontemporer dan Metode Pembelajaran Pendidikan
Islam Moderen serta relevasi kedua Metode Pembelajaran tersebut.
E. Mamfaat
Karya Tulis
Ilmiah dengan judul Metode Pembelajaran Pendidikan Islam diharapkan dapat
menambah wawasan, dan sebagai masukan untuk dapat menentukan Metode
Pembelajaran yang sesuai sehingga dapat membangkitkan motivasi belajar anak
didik kita, serta memiliki kegunaan teoritis, dapat menambah khasanah ilmu
pengetahuan dalam bidang Pendidikan Islam khususnya yang berkaitan dengan Metode
Pembelajaran
F. Definisi Operasional
Pembahasan Metode Pembelajaran
Pendidikan Islam kami batasi pada ruang lingkup perkembangan Metode
Pembelajaran Pendidikan Islam dalam dunia Pendidikan Indonesia.
BAB II
PEMBAHASAN
A. Definisi Metode
Pembelajaran dan Pendidikan Islam
1. Pengertian Metode
Pembelajaran
Ditinjau
dari Etimologis (bahasa) Metode berasal dari bahasa Yunani, yaitu “methodos” yang berasal dari dua suku
kata, yaitu “metha” yang berarti melalui
atau melewati, dan “hodos” yang
berarti jalan atau cara, jadi Metode adalah suatu jalan yang dilalui untuk
mencapai tujuan (Ismail_Strategi
Pembelajaran Agama Islam Berbasis PAIKEM_ Hal. 7). Selain itu Metode juga
diartikan sebagai cara teratur yang digunakan untuk melaksanakan suatu
pekerjaan agar tercapai sesuai dengan yang di kehendaki; atau cara kerja yang
bersistem untuk memudahkan pelaksanaan suatu kegiatan guna mencapai tujuan yang
ditentukan (Kamus Besar Bahasa Indonesia : 910). Sedangkan Pembelajaran secara etimologis, adalah Proses, cara,
perbuatan menjadikan orang atau makhluk hidup belajar (Kamus Besar Bahasa Indonesia
: 23).
Dari
pengertian secara etimologis di atas
dapat disimpulkan bahwa Metode Pembalajaran merupakan suatu cara atau sistem
yang digunakan untuk mempermudah dalam proses menjadikan orang atau makhluk
hidup belajar sesuai dengan tujuan yang ditentukan.
2. Pengertian Pendidikan
Islam
Secara etimologis, pengertian Pendidikan adalah
proses pengubahan sikap dan tata laku seseorang atau kelompok orang dalam usaha
mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran dan pelatihan (Kamus Besar Bahasa
Indonesia : 326). Sedangkan Islam adalah agama yang diajarkan oleh Nabi
Muhammad SAW. berpedoman pada Kitab Suci Al-Qur’an yang diturunkan memalui
wahyu Allah SWT. (Kamus Besar Bahasa Indonesia : 549). Dari penjelasan diatas
dapat disimpulkan bahwa Pendidikan Islam adalah proses pengubahan sikap dan
tata laku seseorang yang berpedoman pada kitab suci Al-Qur’an yang diturunkan
melalui wahyu oleh Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW.
Menurut
tinjau terminologis, para ahli
memberikan bereagam pendapat dalam memaknai pendidikan Islam, diantaranya :
Prof. Dr. Muhaimin, MA. et al. Memaknai Pendidikan Islam sebagai usaha
sadar dan sistematis untuk mengetahui dan memahami serta membahas secara
mendalam tentang seluk beluk atau hal – hal yang berhubungan dengan ajaran,
sejarah maupun praktek – praktek pelaksanaannya secara nyata dalam kehidupan
sehari – hari, sepanjang sejarahnya.
Sedangkan
menurut Syaikh Mustafa al-Ghulayani
sebagaimana dikutip oleh Ismail SM. M.Ag (2008) memaknai Pendidikan Islam sebagai
proses menanamkan akhlak yang mulia dalam jiwa murid serta menyiraminya dengan
petunjuk dan nasehat, sehingga menjadi kecenderungan jiwa yang membuahkan keutamaan,
kebaikan serta cinta bekerja yang berguna bagi tanah air.
Pada
Pemaparan diatas Metode Pembelajaran Pendidikan Islam merupakan proses untuk
mempermudah didalam menanamkan Akhlaq yang berlandaskan al-Qur’an dan sunnah
Rosul dalam Proses belajar sesuai dengan tujuan yang kita tentukan. dikernakan
Islam membebaskan akal dan fikiran manusia sebagai konsekwensi kebebasan
berakidah dan melaksanakan amanat kemanusiaan. (Dr. Aisyah Abdurrahman :
119)
Metode Pembelajaran
yang mampu membimbing dan mengarahkan potensi manusia dan kemampuan belajarnya,
sehingga dapat meningkatkan keberhasilan di dalam penyerapan materi yang
disusun secara sistematis adalah metode pembelajaran yang mampu menjawab
tuntutan jaman.
B. Fenomena Metode
Pembelajaran Pendidikan Islam
- Fenomena Metode Pembelajaran Pendidikan Islam Kontemporer
Metode
Pembelajaran Pendidikan Islam adalah metode pembelajaran berlandaskan nilai –
nilai islami untuk mewujudkan anak didik yang humanis berkepribadian insan kamil yang diharapkan mampu menciptakan ukhuwah Islamiyah dalam arti
luas, yaitu ukhuwah fi al-‘ubudiyah, ukhuwah fi al-insaniyah, ukhuwah fi
al-wathaniyah wa al-nasab, dan ukhuwah fi din al-Islam (Urgensi Metode
Pembelajara Pendidikan Agama Berbasis Humanisme-Pluralisme : 2 Nov 2009), tidak
menciptakan anak didik yang meng-eksklusif, menumbuhhkan sikap fanatisme,
intoleransi sehingga memperlemah kerukunan hidup beragama.
Pendidikan
Islam bermula dari Firman Allah yang pertama kali diturunkan kepada nabi
muhammad di gua hira’ yang kemudian diberi nama surat al-Alaq :
اقرأباسم ربك الذي خلق۞خلق
الإنسان من علق۞اقرأؤربك ألاكرم۞الذي علم بالقلم۞علم الإنسان مالم يعلم۞
“Bacalah dengan nama Tuhanmu yang telah menciptakan. Dia telah
menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah yang paling
sempurna. yang mengajar (manusia) dengan perantaraan Khalam. Dia mengajarkan
kepada manusia apa yang tidak diketahuinya” (QS. Al-Alaq : 1-5)
Wahyu
pertama ini tatkala nabi sedang dalam keadaan tidur dalam gua hira’, ketika
itulah datang malaikat membawa sehelai lembaran seraya berkata : اقرأ
“bacalah” dengan terkejut Nabi menjawab: ماأقرأ “saya
tidak dapat membaca”. Ia merasa seolah malaikat itu mencekiknya, kemudian di
lepaskan lagi seraya katanya lagi: اقرأ “bacalah!” masih dalam
keadaan dicekik lagi Nabi Muhammad menjawab: ماذا أقرأ “apa
yang harus saya baca.” Seterusnya malaikat itu berkata yang kemudian Nabi
Muhammad mengucapkan bacaan itu, setelah kata – kata itu terpatri dalam
kalbunya maka malaikat itupun pergi (Muhammad Husain Haekal : 79)
Dari proses
turunya wahyu diatas ada dua hal yang dapat kita tarik pada konteks Metode
Pembelajaran Pendidikan Islam Awal pertama: yang tersirat adalah metode
menghafal yang tidak pernah tersurat dalam ayat tersebut kedua: yang
tersurat metode membaca dan menulis yang terdapat dalam ayat tersebut, pada
metode Pembelajara اقرأ dan القلم ; membaca dan menulis tersebut dapat
disimpulkan untuk memahami sesuatu diperlukan membaca dan untuk mengingatnya
diperlukan menulis dan diantara kedua tentunya harus menghafal sehingga dapat
di terapkan dalam setiap tindakan dan sikap pada prilaku sehari - hari.
- Fenomena Metode Pembelajaran Pendidikan Islam Modern
Metode
Pembelajaran Pendidikan Islam Modern, titik tekannya lebih pada bagaimana
membuat anak didik nyaman didalam proses belajar, dan materi yang akan di trasfer
bisa diserap secara maksimal, dengan durasi waktu yang ditentukan per-materi
sehingga pembentukan suasana belajar di atur sedemikian rupa untuk menghindari
anak didik strees di dalam proses belajar mengajar, juga dibentuk sistem kelas
untuk mengetahui tingkat keberhasilan anak didik didalam penyerapan materi
dengan pemilahan bahan ajar yang akan dipergunakan.
Durasi
waktu yang telah ditentukan menuntut para pendidik (guru) untuk lebih
profesional di dalam melakukan transfer ilmu dengan bisa memotivasi kemauan
belajarnya dengan tidak membuat mereka jenuh di dalam proses belajar mengajar, dikernakan
proses belaja mengajar seperti yang dikatakan Dra. Sumiati dan Asra, M.Ed (2008)
bahwa proses pengajaran hari ini bersifat pasif dan verbalistis, yaitu siswa diberi
atau menerima dan guru melaksanakan pengajaran dengan penuturan(Verbal) semata
–mata, tanpa ada keaktifan seperti diskusi, melakukan penemuan, menguji konsep dan
teori, Jika digambarkan anak didik hanya “duduk, dengar, catat, dan hafalkan”.
C. Macam – macam Metode
Pembelajaran Pendidikan Islam
1. Metode Pembelajaran
Pendidikan islam Kontemporer
a. Hafalan
Metode ini digunakan pada saat
nabi menerima wahyu dari Allah SWT. Dari menghafal ini kemudian nabi Menafsiri isi
wahyu yang dipersiapkan untuk disampaikan pada majelis kaum muslim, dan untuk
kaum muslim (menghafal) untuk memahami
isi kandungan wahyu yang sudah mendapat penafsiran dari rosul, jadi menghafal
tidak hanya untuk anak didik akan tetapi juga untuk para pendidik di dalam
penguasaan keilmuan yang akan disampaikan.
b. Ceramah
Metode Ceramah digunakan oleh
nabi untuk menjelaskan isi kandungan wahyu dan penafsiran ayat al-Qur’an, untuk kemudian difahami oleh para kaum muslim
yang hadir dalam majelis tersebut, kemudian metode ini di patenkan dalam sholat
jum’at menjadi wajib hukumnya yaitu khotbah jum’at.
c. Mutharahah
Mutharahah dilakukan oleh Nabi Muhammad pada saat
terjadi perang Badr tentang tawanan perang, yang kemudian diserahkan kepada Abu
Bakr As. Dan Umar Ibn’l Khattab, kemudian banyak para yang memberikan pendapat
yang ditanggapi dengan diam oleh Nabi pada ahirnya nabi memberikan perumpamaan
tentang Abu Bakar dengan malaikat Mikail dan Nabi Ibrahim sedangakan Umar Ibn’l
Khattab dengan Malaikat Jibril dan Nabi Nuh juga nabi Musa.
d. Musyawarah
Musyawarah dilakukan oleh Nabi
Muhammad pada saat terjadi selisih pendapat di kalangan kaum muslim untuk
menemukan jalan keluar dan bisa di terima oleh semua pihak, seperti yang terjadi
pada peristiwa perang Badr tentang selisih pendapat mengenai harta rampasan
perang (Ghanimah), dimana Nabi memerintahkan untuk mengumpulkan semua harta
rampasan perang yang kemudian ia mebaginya secara merata (Dr. Muhammad Husain
Haekal : 260)
2. Metode Pembelajaran Pendidikan
Islam Modern
Dilembaga
pendidikan formal hari ini Metode pembelajaran pendidikan islam telah disatukan
dengan metode pembelajaran pendidikan umum yang kita kenal dengan, (a) Metode
Ceramah yaitu Penyampaian meteri bahan ajar melalui lesan, (b) Metode Tanya
Jawab yaitu terjadinya komunikasi secara aktif antara murid dan guru, (c) Metode
Diskusi yaitu pertukaran Informasi, dan pendapat secara sistematis, (d) Metode
Ekperimen dipergunakan pada pelajaran – pelajaran tertentu untuk suatu
penelitian, (e) Metode Demontrasi yaitu metode pembelajaran yang menggunakan
alat peraga di dalam menjelaskan materi yang disampaikan, (f) Metode
Pemberian Tugas dan Resistansi; guru
memberikan tugas dan mengerjakannya untuk kemudian dipertanggung jawabkan, (g) Metode
Sosio Drama (Role Playing) dalam rangka mendramatisasi tingkah laku dalam
hubungannya dengan masalah sosial (h) Metode Drill (Latihan) adalah metode
evaluasi kecakapan di dalam pengusaan materi sepenuhnya yang disampaikan, tidak
hanya sekedar ulangan yang dipergunakan untuk mengukur penyerapan materi yang
telah diterimanya, (i) Metode Kerja Kelompok yaitu metode pembelajaran dengan
mengelompokkan anak didik untuk sepenuhnya mengerjakan suatu tugas secara
bersama – sama, (j) Metode Proyek yaitu dengan menyuguhkan permasalahan yang
dihadapi secara bersama – sama oleh anak didik secara ilmiyah dan sistematis,
(k) Problem Solving yaitu pemecahan masalah dengan mencari data yang kemudian
disimpulkan, (l) Metode Simulasi yaitu Metode Pembelajaran bermain mengenai
suatu tingkah laku yang dilakukan seolah – olah dalam keadaan yang sebenarnya
(Islmail SM. M.Ag : 19).
Dari macam
– macam metode diatas materi – materi pembelajaran di upayakan bisa
membangkitkan minat belajar siswa dengan memperhatikan situasi dan kondisi anak
didik. Aka tetapi pada penerapannya menjadi pasif disebabkan tuntutan standar
yang sudah ditetapkan oleh pemerintah, tanpa melihat vareatif kemampuan siswa
serta tidak pernah memperhatikan pada tingkat satuan pendidikan yang
menjalankannya.
Sistem
angka yang ditetapkan oleh pemerintah tidak lagi sesuia dengan tujuan
pendidikan itu sendiri yaitu bagaimana anak didik di dalam penyelesaian materi
diharapkan membuahkan sebuah prilaku positif, terjebak dalam perolehan angka –
angka. Terlebih ketika pendidikan agama menjadi sebuah kurikulum dalam satuan
pendidikan yang telah terstandarisasi dengan angka – akan, dimana harapan
masuknya kurikulum pendidikan agama bisa mencetak anak didik yang taat dalam
persoalan – persoalan aqidah dan ubudiya yang ber-akhlakul karimah dengan
berlandaskan nilai – nilai Islami.
BAB III
PENUTUP
1. Kesimpulan
Dari
pembahasan diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa perkembangan Metode
Pembelajaran Pendidikan Islam mengalami perubahan yang berarti didalam menjawab
tuntutan jaman, pada intinya Metode Pembelajaran Pendidikan Islam merupakan
usaha rancang bangun dalam proses mempermudah anak didik didalam menyerap semua
materi yang disampaikan, serta mengarahkan potensi nilai – nilai yang humanis,
nyaman tanpa ada suatu tekanan didalam membangkitkan minat belajar siswa dengan
berlandaskan al-Qur’an dan sunnah di dalam tindakan dan prilaku pada lingkungan
sosialnya.
Pada
penerapannya Metode Pembelajaran Pendidikan Islam yang harus diperhatikan
adalah kesiapan para pendidiknya (guru) dalam memperhatikan situasi dan kondisi
dalam satuan pendidikan yang akan menjalankanya, profesionalisme di dalam
membaca psikologi anak didik menjadi penentu tingkat keberhasilan dan
kesuksesan sebuah penerapan metode pembelajaran.
Sedangkan
pada kompleksitas penerapan Metode Pembelajaran Pendidikan Islam terletak pada
evaluasi penguasaan materi yang diserap siswa ditentukan oleh angka – angka, sehingga
tujuan pendidikan Islam itu sendiri mengalami pergeseran.
Metode Pembelajaran
Pendidikan Islam pada masa Nabi merupakan Muhmammad merupakan wahana didalam
mengembangkan Metode Pembelajaran Pendidikan Islam yang menjadi akar dari semua
metode pembelajaran hari ini, artinya relevansi Metode Pembelajaran Pendidikan
Islam Kontemporer dengan Metode Pembelajaran Pendidikan Islam hari sangat erat
keterkaiatannya.
DAFTAR PUSTAKA
Bintusy
Syati, Aisyah Abdurrahman Dr. 1997 Maqal Fi al-Insan, Dirasah Qur’aniyah;
Manusia, Sensitifitas Hermeunetika al-Qur’an, Diterjemahkan M. Jadul Maula
& Suswati Cet. I. Yogyakarta: LKPSM
Haekal,
Muhammad Husain. 1990. Sejarah Hidup Muhammad. Diterjemahkan oleh Ali
Audah. Cet. Kesebelas. Jakarta: P.T. Intermasa.
Islmail
SM. M.ag. 2008. Strategi pembelajaran Agama Islam Berbasis PAIKEM. Semarang:
Rasail.
Muhammad,
PROF. DR. MA. et al. 2005. Kawasan dan Wawasan Studi Islam, Cet. Ke-2. Jakarta:
Prenada Media.
Sumiati,
Dra. & Asra, M.Ed., 2008. Metode Pembelajaran. Bandung: CV. Wacana
Prima.
Siradj, Sa’id
Aqiel et. al., 1999. Pesatren Masa Depan: Wacana Pemberdayaan dan
Transformasi Pesatren. Bandung: Pustaka Hidayah.
_______________,
2 Nov 2009. Urgensi Metode Pembelajaran Pendidikan Agama Berbasis Humanisme
– Pluralisme, (Online), (http://www.Berita Cerbon.ac.id diakses 20 Desember
2009)
Pusat
Bahasa. 2008. Kamus Besar Bahasa
Indonesia, Cet. Ke IV. Jakarta: Balai Pustaka.
1 komentar:
makasih
Posting Komentar